12/24/2009

Mengapa Banyak Orang yang Membenci Hari Senin?

Ketika hari Senin tiba, banyak orang yang berkata (walau cuma di dalam hati), “I hate Monday!” (Tulisan terbaru di Detik.com ini menjadi salah satu bukti kuatnya).

Dan ketika hari Jumat tiba, mereka ramai-ramai berteriak dengan sukacita, “Thanks God, It’s Friday!”

Mungkin selama ini kita menganggap hal seperti ini biasa-biasa saja. Tapi cobalah kita renungkan:
Kenapa kita benci pada hari Senin? Sebab hari Senin adalah awal dari hari kerja, setelah dua hari bersenang-senang menikmati week end.

Kenapa kita sangat mencintai hari Jumat? Karena besoknya adalah dua hari weekend yang sangat menyenangkan.

Dari dua pertanyaan dan jawabannya di atas, jelaslah bahwa para pekerja kantoran PADA UMUMNYA tidak menyukai hari kerja. Senin hingga Jumat bagi mereka adalah sebuah beban yang berat. Mereka harus mencari nafkah, bekerja di perusahaan milik orang lain. Mereka mengerjakan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka sukai.

Satu-satunya alasan mereka untuk bertahan adalah UANG atau NAFKAH.

Ya, bagi banyak orang, mencari nafkah adalah sebuah urusan yang sangat berat. Dan karena uang adalah satu-satunya alasan, tak heran bila banyak orang yang suka mencari lowongan kerja baru hanya dengan tujuan “agar mendapat gaji dan fasilitas yang lebih baik.”

Ya, gaji dan fasilitas yang lebih baik tersebut memang bisa mereka dapatkan. Tapi yang TIDAK mereka dapatkan adalah KEBAHAGIAAN. Mereka tetap membenci hari Senin dan bersuka cita ketika hari Jumat tiba.

Karena itulah, kenapa kita tidak mencoba untuk berubah?

Salah satu CARA JITU agar kita bisa mencintai hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu adalah dengan mencari nafkah dari hal-hal yang paling kita sukai.

Anda yang hobi fotografi, bisa mencari nafkah dengan menjadi seorang fotografer profesional.
Anda yang hobi menjaga kendaraan orang lain, bisa mencari nafkah sebagai tukang parkir.
Anda yang hobi menulis, bisa menjadi seorang penulis profesional.

Ketika hobi sudah menjadi sumber penghasilan utama Anda, maka uang bukan lagi menjadi faktor utama yang membuat Anda bahagia. Anda mencintai pekerjaan tersebut bukan karena penghasilannya besar, tapi karena Anda suka. Itu saja. Titik.

“Lho, tapi kalau penghasilan dari hobi saya tersebut tidak cukup untuk menafkahi hidup saya, bagaimana dong?”

Ya, ini memang bisa terjadi. Tapi ada satu hal yang mungkin Anda lupakan:

APAPUN yang Anda tekuni secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka suatu saat nanti Insya Allah itu akan bisa menjadi penopang hidup Anda dari segi finansial.

Kenapa bisa begitu?
Karena begitu Anda menekuni sesuatu secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka secara perlahan dan meyakinkan Anda akan menjadi orang yang ahli di bidang tersebut. Masyarakat akan mengakui keahlian dan kepakaran Anda. Dan bila pengakuan seperti ini sudah ada, maka masyarakat akan bersedia membayar jasa Anda dengan harga yang sangat layak.

Sementara bila Anda menekuni hobi Anda secara iseng-iseng belaka, maka yang Anda dapatkan pun hanya iseng-iseng juga. Dengan kata lain, hasilnya tak akan cukup untuk menafkahi hidup Anda. Dengan kata lain, Anda terus-terusan masih harus membenci hari Senin dan mencintai hari Jumat.

Karena itulah, bila Anda ingin hidup berbahagia dengan cara mencari sumber penghasilan utama dari hal-hal yang paling Anda sukai, maka saya yakin Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan:

MULAI SEKARANG, tekunilah hobi Anda secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten.

“Tekunilah pekerjaan yang paling kamu sukai, maka kamu tak akan pernah bekerja keras.” (Bob Sadino)

Artikel berikut ini semoga bisa menjadi inspirasi tambahan bagi Anda:

- The Power of Konsisten
- Ingin Menemukan Lentera Jiwa? Ini Kiatnya!

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru



0 komentar:


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Ralepi.Com - Harley-Davidson Motorcycle