12/24/2009

[Stop Dreaming Start Action] Kapan Saat yang Tepat untuk MULAI Menulis?


Alkisah, ada seorang sahabat bernama A yang berkata kepada seorang penulis terkenal bernama B, “Saya ingin sekali jadi penulis hebat seperti Anda. Karena itu, saya akan menulis. Saya akan membuat tulisan yang menggemparkan dunia penulisan di jagat raya ini. Saya akan menjadi penulis yang jauh lebih ngetop dibanding Anda!”

Sepuluh tahun kemudian, Si A dan si B bertemu lagi. Si B bertanya, “Halo A, apakah cita-cita kamu untuk menjadi penulis hebat sudah tercapai? Sudah berapa ratus tulisan yang kamu hasilkan?”

“Saya belum membuat satu tulisan pun. Tapi saya masih bercita-cita menjadi penulis hebat, lebih hebat dari Anda. Tunggu saja, ya!”

Dua puluh tahun kemudian, si A dan si B bertemu lagi. Si A masih menjadi “penulis wanna be” karena dia belum membuat satu tulisan pun!
* * *

Saya yakin, ada begitu banyak penulis seperti si A. Mereka hanya berhenti pada mimpi, tapi belum pernah berusaha untuk mewujudkannya. Dengan kata lain, mereka hanya Dreaming, selalu menunda-nunda untuk Action atau MULAI MENULIS.

Jika ditanya kenapa masih menunda, biasanya mereka akan memberikan jawaban-jawaban yang standar seperti berikut.

1.Saya masih sangat sibuk. Aktivitas saya sangat banyak.
.
2.Nanti saja deh, setelah….
.
3.Ilmu saya masih sedikit. Nanti kalau sudah ahli, saya akan mulai menulis.
.
4.Saya tidak tahu bagaimana cara untuk mulai menulis.
Mereka merasa “berada di pihak yang benar” dengan alasan-alasan itu. Pertanyaannya, apakah mereka benar-benar berada dalam “kebenaran?” Apakah alasan-alasan mereka itu cukup kuat?

Yuk kita bahas satu-persatu.



Bicara soal kesibukan, sebenarnya Anda tidak sendirian. Hampir semua orang pasti sibuk. Tantowi Yahya sangat sibuk. Agnes Monica juga sibuk. Stephen King sama saja. Bill Gates apalagi.

Tapi kenapa mereka bisa menjadi orang sukses? Kenapa mereka bisa menangani demikian banyak pekerjaan dan masalah? Padahal waktu yang tersedia untuk Bill Gates dan Anda sama-sama 24 jam sehari.

Kuncinya sebenarnya pada tiga hal berikut:

1.Stop Dreaming Start Action. Ya, buat apa terlalu lama bermimpi? Sebab hanya action yang bisa mewujudkan mimpi Anda!
.
2.Manajemen Waktu. Mereka pintar mengelola waktu. Mereka selalu disiplin dalam segala hal.
.
3.Motivasi. Mereka punya tujuan yang jelas, lantas punya komitmen dan mau bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut.

Salah satu rahasia orang sukses adalah kemampuan mereka dalam mengelola waktu. Bagaimana caranya agar dengan waktu yang tersedia, mereka bisa melaksanakan semua tugas secara efektif dan efisien.

Orang sukses bukanlah orang yang punya banyak waktu luang. Orang sukses adalah orang yang pintar dan disiplin dalam mengelola waktu.

Info selengkapnya, klik di sini.

2. Nanti saja deh, setelah….

Ketika kuliah, di saat baru merintis karir sebagai penulis, saya sempat berpikir bahwa kondisi saya belum ideal untuk menulis. Bayangkan saja! Saya saat itu masih menjadi anak kos. Sering pindah rumah. Bagaimana bila saya mengirim naskah ketika saya masih tinggal di Rumah A. Lalu ketika naskah itu dimuat, saya sudah pindah ke rumah D. Kiriman wesel untuk honor saya akan salah alamat. Satu eksemplar majalah yang dikirim sebagai bukti pemuatan naskah pun bernasib sama. Wah, tentu sangat merepotkan!

(Sekadar info, saat itu belum ada internet, dan saya belum mengenal komputer. Honor tulisan masih dikirim via wesel pos).

Dengan alasan seperti itu, saya sempat berpikir untuk tidak menulis dulu. Situasi saya belum ideal untuk menulis.

Alhamdulilah, saya berhasil menepis perasaan seperti itu. Saya tetap menulis, bagaimana pun kondisi yang saya hadapi!

Saya yakin, Anda pun mungkin sering punya pikiran seperti itu. Anda merasa bahwa kondisi Anda belum ideal. Misalnya seorang anak SMA akan beralasan, “Saya belum siap. Sekolah di SMA itu kan penuh dengan kesibukan. Mana ujian sudah dekat, banyak kegiatan ekskul, belum lagi les ini les itu. Tak ada waktu deh, buat menulis. Jadi tunggu aja setamat SMA nanti, ketika hidup saya jauh lebih stabil dibanding sekarang.”

“Nanti saja deh, setelah…” adalah alasan yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang merasa bahwa kondisi mereka saat ini belum ideal untuk menulis. Padahal tahukah Anda, bahwa kita sebenarnya tak akan pernah menghadapi kondisi ideal pada hidup kita?

Katakanlah bagi Anda yang masih jomblo. Anda merasa kondisi belum ideal karena Anda masih kesepian, tak ada teman bila pergi pesta, tak ada teman curhat, tak ada tempat penyaluran hawa nafsu, dan seterusnya. Tapi setelah menikah, apakah masalah selesai? Tidak juga! Justru Anda akan menghadapi masalah-masalah baru. Anda harus beradaptasi dengan pasangan yang punya sikap, kebiasaan bahkan budaya yang benar-benar berbeda. Anda harus banyak bertoleransi. Anda mungkin harus mengorbankan kesenangan-kesenangan pribadi demi menghargai pasangan Anda. Bahkan ketika sudah punya anak, Anda harus repot lagi mengurus si kecil.

Sekali lagi, kita tak akan pernah menghadapi kondisi ideal seperti yang kita impikan, selama kita masih hidup di dunia ini. Karena itu, jangan tunggu kondisi ideal. Dia tak akan pernah tiba!

Stop Dreaming Start Action. Mulailah menulis saat ini juga, tidak peduli apapun dan bagaimanapun kondisi Anda!

Lagipula berdasarkan pengalaman, alasan nomor dua ini sebenarnya termasuk alasan yang “tak ada matinya”. Si pencetus alasan tetap akan mengeluarkan alasan-alasan baru, dan mengingkari alasan-alasan terdahulu.

Bila sudah tamat SMA, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau sudah lulus kuliah.”
Bila sudah lulus kuliah, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau sudah bekerja.”
Bila sudah bekerja, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau sudah menikah.”
Bila sudah menikah, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau sudah punya anak.”
Bila sudah punya anak, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau anak-anak saya sudah besar.”
Bila anak-anaknya sudah besar, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau semua anak saya sudah menikah.”
Bila semua anaknya sudah menikah, dia akan berkata, “Nanti saja deh, kalau saya sudah punya cucu.”
Bila sudah punya cucu, dia akan berkata, “Nanti saja deh, di akhirat.”

3. Ilmu saya masih sedikit. Nanti kalau sudah ahli, saya akan mulai menulis.

Untuk alasan yang satu ini, saya merasa perlu mengutip slogan yang selalu didengung-dengungkan oleh rekan saya Eko June:

Anda Tidak Perlu Hebat Untuk Memulai, Tetapi Anda Harus Memulai Untuk Menjadi Hebat.

Berikut adalah kutipan lengkapnya.

Orang2 sukses dan hebat sekarang adalah orang2 yang memulai. Tanpa menunggu agak2 hebat, sedikit hebat, cenderung hebat atau nyerempet hebat . Tanpa menunggu kondisi ideal digenggaman, baru action. No.

Kenapa saya bilang dalem artinya ?

Karena jika kita memahami dan agak diubah sedikit redaksinya maka akan sesuai dengan kondisi yang kita inginkan dan akan kita lakukan.

Anda Tidak Perlu Seberani Helmy Yahya Untuk Mulai Bicara, Tetapi Anda Harus Mulai Bicara Di Depan Umum Agar Bisa Seberani Helmy Yahya.

….

Anda Tidak Perlu Sepintar Helvy Tiana Rosa Untuk Mulai Menulis, Tetapi Anda Harus Mulai Menulis Agar Bisa Sepintar Helvy Tiana Rosa.

….

Dan masih banyak lagi.


Justru, bila Anda menunggu hingga punya keahlian dan pengetahuan yang banyak untuk mulai menulis, Anda tak akan pernah menjadi ahli. Keahlian dan pengetahuan justru akan Anda dapatkan dari PRAKTEK MENULIS. Semakin sering menulis, maka keahlian dan pengetahuan Anda akan semakin baik.



4. Saya tidak tahu bagaimana cara untuk mulai menulis

Ya, banyak sekali orang yang bertanya sambil kebingungan, “Saya ingin menjadi penulis hebat. Bagaimana cara memulainya?”

Sebenarnya, cara untuk mulai menulis sangat gampang: LANGSUNG SAJA MENULIS.

Penulis bukanlah seperti dokter yang harus kuliah selama bertahun-tahun dulu, mendapat surat izin praktek dari departemen kesehatan, dan seterusnya. Untuk menjadi penulis, Anda tak perlu kuliah dulu, tak perlu ujian dulu, tak perlu izin dari siapapun, tak perlu mengumpulkan modal apapun. Pokoknya tak ada yang Anda butuhkan selain nyawa yang belum dicabut.

Bahkan bila Anda tak punya tangan untuk mengetik, Anda bisa menyewa orang lain untuk menuliskan apa saja yang Anda ucapkan.

Bagaimana cara mulai menulis?

Ya langsung saja menulis! Penjelasan selengkapnya, klik di sini

* * *

Apa Beda Pemenang dengan Pecundang?


Jawabannya adalah Stop Dreaming Start Action, seperti yang pernah ditulis oleh Joko Susilo.

Anda tentu kenal para penulis seperti Helvy Tiana Rosa, Dewi Lestari, Andrea Hirata, dan sebagainya. Atau para blogger ternama seperti Priyadi, Enda Nasution, Ikhlasul Amal, Joko Susilo, Cosa Aranda, Welly Mulia, dan masih banyak lagi. Mereka ngetop karena tanpa ba bi bu mereka langsung ACTION, langsung praktek menulis.

Masyarakat kini menganggap mereka adalah orang hebat dan sukses, padahal mereka awalnya bukan siapa-siapa. Semua pencapaian dan kesuksesan yang mereka dapatkan sekarang berawal dari sesuatu yang bernama ACTION atau MULAI MENULIS.

Jadi bila saat ini Anda masih bermimpi menjadi penulis sukses tapi belum action juga, maka saran saya:

Stop Dreaming Start Action!

Dan bila Anda masih bertanya “Bagaimana cara mulai menulis?”, sebenarnya Anda sudah tahu jawabannya. Tak perlu bingung tak perlu heran.

TAK ADA ALASAN UNTUK MENUNDA! Mulailah Menulis SAAT INI JUGA!

Semoga terinspirasi, semoga bermanfaat.

Salam Sukses!

Jonru


Read More......

[Stop Dreaming Start Action] The Power of Kepepet

Saya sedang menyukai slogan Stop Dreaming Start Action. Sebab ini adalah seruan penuh motivasi yang bisa membangungkan kita dari mimpi yang panjang. Tapi walau sudah diberi motivasi sebesar apapun, masih banyak juga orang yang ogah-ogahan, bingung, belum tergerak untuk segera action.

Beberapa hari lalu, ketika saya mengisi acara pelatihan di sebuah kampus, Pak Moderator mengomentari jumlah peserta yang tidak banyak. “Inilah buktinya bahwa jumlah orang yang ingin sukses itu hanya sedikit,” katanya.

Ucapan dia ini saya komentari dengan pendapat, “Sebenarnya semua orang ingin sukses. Apakah ada di antara Anda yang ingin miskin terus? Jadi pecundang terus? Menjadi orang gagal seumur hidup Anda? Tentu tidak, bukan? Semua orang PASTI ingin sukses. Tapi orang yang menindaklanjuti keinginan tersebut dengan ACTION-lah yang jumlahnya sedikit.”
Maka, Stop Dreaming Start Action. ACTION adalah langkah pertama untuk mewujudkan mimpi dan keingianan Anda.

Masalahnya, tidak banyak orang yang tergerak untuk SEGERA action. Mereka masih suka menunda-nunda. Apakah Anda juga seperti itu?

Jika ya, salah satu KIAT PALING JITU untuk mengatasinya adalah menciptakan situasi kepepet. Kita bisa menyebut ini sebagai “The Power of Kepepet” (bahkan ada bukunya).

Situasi kepepet memang cenderung membuat orang kreatif. Dalam situasi kepepet, pikiran kita dipaksa untuk berpikir, untuk segera bertindak, agar kita terhindar dari situasi yang lebih buruk, misalnya mati kelaparan. Situasi kepepet membuat kita segera Stop Dreaming Start Action. Tahukah Anda bahwa Sekolah-Menulis Online yang saya kelola, juga didirikan karena – salah satunya – faktor kepepet

Bila kita “ditakdirkan” untuk berada pada situasi kepepet, maka kita “beruntung” karena mendapat kesempatan untuk segera mewujudkan hal-hal yang sudah lama kita tunda. Tapi bagaimana kalau situasi kepepet tidak muncul juga? Salah satu kiatnya adalah dengan MEMBAYANGKAN situasi kepepet tersebut, seperti yang saya jelaskan di sini. Kutipannya:

Maka bila suatu saat nanti Anda malas-malasan dalam menulis, cobalah ingat lagi tujuan ini. Pikirkan hal-hal buruk yang dapat menimpa Anda bila tidak menulis:

1.Saya tak bisa mengaktualisasikan diri.
.
2.Orang-orang tidak akan mengetahui potensi diri saya, karena saya belum juga menulis untuk mengaktualisasikan diri saya.
.
3.Saya masih bernasib seperti ini, masih diejek orang, masih diremehkan, masih tidak dianggap.
Ketika memikirkan hal-hal buruk seperti itu, yakin deh bahwa ada sesuatu yang “panas” di dalam hati Anda (percaya atau tidak, hati saya juga ikut panas ketika menulis ketiga poin di atas). Dan rasa panas seperti itulah yang nantinya bisa kembali membangkitkan motivasi Anda. Rasa malas Anda pun sirna seketika, berubah menjadi semangat yang menggebu-gebu!

Kiat lainnya adalah dengan memanfaatkan peluang yang diberikan oleh orang lain. Salah satu contohnya: Kontes SEO yang diselenggarakan oleh Pak Joko Susilo. Kontes yang membidik kata kunci Stop Dreaming Start Action ini berhadiah puluhan juta rupiah. Tentu ini sangat menggiurkan, bukan? Karena sangat menggiurkan inilah, kita bisa tergerak untuk SECARA SERIUS mengikutinya. Kita berjuang keras agar bisa mendapatkan hadiahnya.

Bagi saya sendiri, Kontes Stop Dreaming Start Action ini bukan hanya didorong oleh hadiah yang menggiurkan. Bagi saya, ini adalah kesempatan untuk menguji seberapa besar kemampuan saya dalam menerapkan SEO. Seperti seorang pendekar sakti, kita tentu harus membuktikan “kesaktian” kita dengan cara “bertarung” dengan pendekar lain.

Jadi bagi saya, Kontes SEO dengan kata kunci Stop Dreaming Start Action ini adalah ajang pertarungan untuk membuktikan tingkat kesaktian saya di bidang SEO.

Selain itu, tentu saja tujuan lainnya adalah untuk menambah pengalaman. Ya, selama ini saya lebih banyak belajar SEO hanya dari teori dan praktek-praktek yang sederhana. Saya belum tergerak untuk menekuninya secara lebih mendalam. Kenapa? Salah satu penyebabnya adalah seperti yang saya jelaskan di atas: Belum ada situasi kepepet.

Maka, Kontes SEO Stop Dreaming Start Action ini saya anggap saja sebagai sebuah situasi kepepet. Dan ketika ikutan, saya terus terpacu untuk berjuang keras, agar blog saya bisa tampil sebagai pemenang (Amiin….). Dan dalam action, perjuangan dan kerja keras tersebutlah, insya Allah saya akan mendapat banyak pengalaman yang bisa meningkatkan pengetahuan dan keahilan saya di bidang SEO.

Jadi bagi Anda yang hingga hari ini belum action juga untuk meraih mimpi-mimpi Anda, yuk SEGERA Stop Dreaming Start Action. Mulahlah saat ini juga. Tumbuhkan motivasi yang kuat pada diri Anda. Atau, ciptakan saja situasi kepepet. Insya Allah, Anda akan segera tergerak untuk action.

Bila sudah action, maka sukses hanyalah masalah waktu. Insya Allah.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses!

Jonru



Read More......

Mengapa Banyak Orang yang Membenci Hari Senin?

Ketika hari Senin tiba, banyak orang yang berkata (walau cuma di dalam hati), “I hate Monday!” (Tulisan terbaru di Detik.com ini menjadi salah satu bukti kuatnya).

Dan ketika hari Jumat tiba, mereka ramai-ramai berteriak dengan sukacita, “Thanks God, It’s Friday!”

Mungkin selama ini kita menganggap hal seperti ini biasa-biasa saja. Tapi cobalah kita renungkan:
Kenapa kita benci pada hari Senin? Sebab hari Senin adalah awal dari hari kerja, setelah dua hari bersenang-senang menikmati week end.

Kenapa kita sangat mencintai hari Jumat? Karena besoknya adalah dua hari weekend yang sangat menyenangkan.

Dari dua pertanyaan dan jawabannya di atas, jelaslah bahwa para pekerja kantoran PADA UMUMNYA tidak menyukai hari kerja. Senin hingga Jumat bagi mereka adalah sebuah beban yang berat. Mereka harus mencari nafkah, bekerja di perusahaan milik orang lain. Mereka mengerjakan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka sukai.

Satu-satunya alasan mereka untuk bertahan adalah UANG atau NAFKAH.

Ya, bagi banyak orang, mencari nafkah adalah sebuah urusan yang sangat berat. Dan karena uang adalah satu-satunya alasan, tak heran bila banyak orang yang suka mencari lowongan kerja baru hanya dengan tujuan “agar mendapat gaji dan fasilitas yang lebih baik.”

Ya, gaji dan fasilitas yang lebih baik tersebut memang bisa mereka dapatkan. Tapi yang TIDAK mereka dapatkan adalah KEBAHAGIAAN. Mereka tetap membenci hari Senin dan bersuka cita ketika hari Jumat tiba.

Karena itulah, kenapa kita tidak mencoba untuk berubah?

Salah satu CARA JITU agar kita bisa mencintai hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu adalah dengan mencari nafkah dari hal-hal yang paling kita sukai.

Anda yang hobi fotografi, bisa mencari nafkah dengan menjadi seorang fotografer profesional.
Anda yang hobi menjaga kendaraan orang lain, bisa mencari nafkah sebagai tukang parkir.
Anda yang hobi menulis, bisa menjadi seorang penulis profesional.

Ketika hobi sudah menjadi sumber penghasilan utama Anda, maka uang bukan lagi menjadi faktor utama yang membuat Anda bahagia. Anda mencintai pekerjaan tersebut bukan karena penghasilannya besar, tapi karena Anda suka. Itu saja. Titik.

“Lho, tapi kalau penghasilan dari hobi saya tersebut tidak cukup untuk menafkahi hidup saya, bagaimana dong?”

Ya, ini memang bisa terjadi. Tapi ada satu hal yang mungkin Anda lupakan:

APAPUN yang Anda tekuni secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka suatu saat nanti Insya Allah itu akan bisa menjadi penopang hidup Anda dari segi finansial.

Kenapa bisa begitu?
Karena begitu Anda menekuni sesuatu secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka secara perlahan dan meyakinkan Anda akan menjadi orang yang ahli di bidang tersebut. Masyarakat akan mengakui keahlian dan kepakaran Anda. Dan bila pengakuan seperti ini sudah ada, maka masyarakat akan bersedia membayar jasa Anda dengan harga yang sangat layak.

Sementara bila Anda menekuni hobi Anda secara iseng-iseng belaka, maka yang Anda dapatkan pun hanya iseng-iseng juga. Dengan kata lain, hasilnya tak akan cukup untuk menafkahi hidup Anda. Dengan kata lain, Anda terus-terusan masih harus membenci hari Senin dan mencintai hari Jumat.

Karena itulah, bila Anda ingin hidup berbahagia dengan cara mencari sumber penghasilan utama dari hal-hal yang paling Anda sukai, maka saya yakin Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan:

MULAI SEKARANG, tekunilah hobi Anda secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten.

“Tekunilah pekerjaan yang paling kamu sukai, maka kamu tak akan pernah bekerja keras.” (Bob Sadino)

Artikel berikut ini semoga bisa menjadi inspirasi tambahan bagi Anda:

- The Power of Konsisten
- Ingin Menemukan Lentera Jiwa? Ini Kiatnya!

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru



Read More......

[Kiat Sukses] Kapan Saat yang Tepat untuk MENYERAH?


“Lho, kenapa harus menyerah?
Bukankah agar sukses, kita harus selalu optimis, tetap semangat, terus mencoba walau beribu kali gagal, walau banyak halangan dan kendala?”

Ya, memang benar. Tapi bukan berarti kita tidak boleh menyerah sama sekali.

Walau saya sering membuat tulisan yang isinya memberi semangat dan motivasi kepada teman-teman sekalian, bukan berarti saya tak pernah menyerah.

Ketika SD, saya pernah menyerah dalam belajar bermain gitar. Saya tetap tidak bisa juga walau sudah berkali-kali mencoba. Teman-teman lain dengan amat mudah mengenali kunci C dan berbagai macam kunci lainnya di snar gitar, sementara saya sama sekali tidak bisa melihat di mana bedanya. Teman-teman lain dengan sangat mudah memainkan nada dari lagu tertentu hanya setelah mereka mendengarnya satu kali saja. Sementara saya? Blank sama sekali soal begituan
Dulu, saya merasa bahwa saya tak berbakat bermain gitar. Tapi saya lantas ingat pada seorang teman sesama penulis bernama Kinoysan. Dia sudah menerbitkan banyak buku dan hampir semuanya best seller. Awalnya, Kinoysan sama sekali tak kepikiran untuk menjadi penulis. Dia bahkan merasa tak punya bakat menulis.

Tapi ketika kuliah, perusahaan keluarganya bangkrut, dan ayahnya sudah ultimatum bahwa kuliah Kinoysan tak dapat lagi diteruskan karena masalah keuangan. Pada saat itulah Kinoysan berpikir keras. Dia memutuskan untuk menjadi penulis, dengan harapan honor-honor tulisan dia bisa digunakan untuk membiayai kuliah. Maka dia pun berhasil. Berhasil lulus kuliah dan menjadi penulis best seller.
Hal yang membuat Kinoysan berhasil bukanlah bakat, karena dia sendiri merasa tak berbakat menulis.

Dari cerita inilah, antara lain, saya percaya bahwa keputusan saya dulu untuk menyerah dalam bermain gitar bukan karena faktor bakat. Tapi karena saya merasa bahwa menjadi pemain gitar bukanlah pilihan hidup saya. Saya merasa tidak kehilangan apapun ketika berhenti belajar bermain gitar. Tak ada cita-cita atau mimpi masa depan saya yang menjadi korban. SECARA PRIBADI, saya merasa bahwa “bisa/pintar bermain gitar” bukanlah sesuatu yang penting.

Maka ketika saya menyerah, ya nothing to loose saja gitu lho

* * *


Ada banyak cerita lainnya di mana saya MENYERAH terhadap hal-hal tertentu.

Tahun 2000-an saya pernah kepikiran untuk belajar web programming dan web design secara lebih mendalam. Tapi niat ini saya urungkan.

Tahun 2006 lalu, saya memutuskan untuk lebih fokus ke penulisan nonfiksi ketimbang fiksi yang sudah saya geluti sejak kecil.

Tanggal 19 Maret 2007 saya menyerah dan berhenti sebagai pekerja kantoran, beralih status sebagai seorang entrepreneur.

Dan masih banyak kejadian lainnya.

Satu hal yang pasti:
Saya menyerah bukan karena putus asa. Saya menyerah karena alasan PILIHAN HIDUP.

Saya menyerah, tidak memperdalam keahlian web programming dan web design, karena saya merasa pilihan hidup saya bukan di situ.

Saya menyerah belajar bermain gitar karena saya merasa pilihan hidup saya bukan sebagai pemain gitar.

Saya menyerah, berhenti sebagai pekerja kantoran, karena saya merasa bahwa ada pilihan hidup yang lebih cocok bagi saya, yakni entrepreneur.

Saya pindah haluan dari penulisan fiksi ke penulisan nonfiksi, bukan karena saya merasa tak mampu menulis cerita fiksi, tapi karena PENGALAMAN mengajarkan saya bahwa saya lebih cocok menulis nonfiksi.

Intinya: Saya menyerah bukan karena saya putus asa dan tak berani mencoba lagi. Saya percaya bahwa SATU-SATUNYA alasan untuk menyerah adalah PILIHAN HIDUP.

Toh, kita tidak mungkin bisa menguasai semua hal, bukan?

Setiap orang akan lebih baik menjadi spesialis, lalu mendelegasikan tugas-tugas yang tidak dia kuasai kepada orang-orang yang ahli di bidangnya.

Walau saya selalu berkata bahwa menulis itu sangat gampang, bukan berarti saya menyalahkan orang lain yang tak mau menulis. Bila mereka tak mau menulis karena merasa tak mampu atau tak berbakat, YA ini sikap yang sangat saya sayangkan.


Tapi bila mereka tak mau menulis karena alasan pilihan hidup, karena mereka sama sekali tidak tertarik untuk menulis, maka insya Allah saya akan sangat memaklumi dan menghormatinya.

* * *

Jadi, setiap kali Anda memutuskan untuk menyerah, pastikanlah bahwa sikap ini diambil karena pertimbangan pilihan hidup, bukan karena Anda sudah putus asa dan tak berani mencoba lagi.

Bila Anda memang punya keinginan untuk meraih A, dan pilihan hidup Anda memang A, maka jangan pernah berhenti/menyerah dalam menggapai A tersebut, walau kendala sebesar apapun menghadang!

Bila Anda bermimpi menjadi seorang penulis sukses, lalu Anda menyerah ketika naskah Anda ditolak, ketika ada orang yang mengejek tulisan Anda, ketika tak ada orang yang mengomentari tulisan di blog Anda, karena Anda tak punya komputer, karena Anda merasa tak punya waktu untuk menulis, dan seterusnya, maka sikap menyerah seperti ini tak akan bisa membawa Anda ke gerbang sukses!

Bagi seorang pemenang, kegagalan dan hambatan sebesar apapun bukanlah alasan untuk menyerah.

Bagi seorang pemenang, kegagalan dan hambatan sebesar apapun justru merupakan tantangan yang mengasyikkan untuk ditaklukkan.

PECUNDANG = Begitu gagal, dia putus asa, menyerah, merasa tak mampu.

PEMENANG = Begitu gagal, dia intropeksi diri, belajar lebih giat, dan mengatur strategi baru agar tidak gagal lagi pada langkah berikutnya.

Satu-satunya alasan bagi kita untuk menyerah adalah PILIHAN HIDUP.

Semoga Bermanfaat dan Salam Sukses!

NB: Baca artikel terkait:
- Menulis, Antara Bakat & Pilihan Hidup

Jonru



Read More......

Benarkah Anda Tak Punya Bakat Menulis?

Saya sering mendengar orang yang berkata, “Saya ingin menjadi penulis, tapi rasanya kok sulit sekali karena saya tidak punya bakat.”

Dulu, saya selalu menjawab ucapan seperti ini dengan perkataan, “Bakat itu tidak penting. Yang penting adalah kerja keras dan motivasi yang kuat.”

Ya, itu memang benar.

Tapi kini, ada pemikiran baru yang tiba-tiba hadir di kepala saya.
Apakah orang yang berkata seperti itu memang benar-benar tidak punya bakat menulis?

Sebelum dijawab, saya akan kutipkan sebuah pengalaman saya yang pernah ditulis di sini beberapa waktu lalu.

Ketika SD, saya pernah menyerah dalam belajar bermain gitar. Saya tetap tidak bisa juga walau sudah berkali-kali mencoba. Teman-teman lain dengan amat mudah mengenali kunci C dan berbagai macam kunci lainnya di snar gitar, sementara saya sama sekali tidak bisa melihat di mana bedanya. Teman-teman lain dengan sangat mudah memainkan nada dari lagu tertentu hanya setelah mereka mendengarnya satu kali saja. Sementara saya? Blank sama sekali soal begituan.


Saya teringat sesuatu:
Selain sama sekali tak bisa karena saya memang tak berbakat bermain gitar, seumur hidup saya pun memang tak pernah kepikiran untuk menjadi seorang pemain gitar. Ketika memutuskan untuk berhenti belajar bermain gitar, sampai hari ini saya sama sekali tidak menyesal. Saya merasa bahwa tak ada satu cita-cita atau ambisi atau mimpi pun pada diri saya yang harus dikorbankan. Saya tidak merasa kehilangan apapun!

Dari pembahasan di atas, saya akhirnya meyakini suatu hal:
Bila kita sama sekali tidak berbakat di bidang tertentu, itu artinya kita memang tak akan pernah tertarik untuk menekuni bidang tersebut.

Namun sebaliknya:
Bila Anda pernah merasa tertarik – walau dalam skala yang paling kecil sekalipun – untuk menekuni bidang tertentu, itu artinya Anda punya bakat di bidang tersebut.

Soal seberapa besarkah bakat Anda tersebut, ini adalah masalah yang berbeda

Yang jelas, bila Anda pernah berkata – setidaknya pada diri sendiri, “Saya ingin menjadi penulis,” atau “Saya ingin rajin menulis,” maka sebenarnya Anda punya bakat menulis! Kalau tak punya bakat menulis, pasti Anda tak akan pernah tertarik untuk menjadi penulis, atau rajin menulis.

Bila selama ini Anda merasa sulit menulis, sulit memahami teori-teori penulisan yang ada, itu sama sekali bukan menandakan Anda tidak punya bakat menulis. Tapi:

1. Mungkin Anda belum menemukan strategi yang jitu agar menulis menjadi mudah dilakukan.

2. Mungkin Anda belum terlalu termotivasi untuk belajar dan praktek menulis secara bersungguh-sungguh.

3. Mungkin bakat menulis Anda hanya sedikit. Jadi yang benar bukan “Anda tidak punya bakat”, melainkan “bakat Anda kecil”.

* * *

Jadi saran saya, mulai sekarang berhentilah berkata, “Saya tidak punya bakat menulis. Sebab bila Anda tertarik untuk membaca tulisan ini pun, itu artinya Anda sebenarnya punya bakat menulis.”
by jonru

Read More......

Pengusaha Indonesia Tidak Boleh Nasionalis?


Tiga tahun lalu, saya pernah menulis sebuah artikel berjudul “Menulis Cerpen Berdasarkan Referensi Tertentu”. Ini sebenarnya artikel bertema kepenulisan. Tapi hari ini, saya ingin membahasnya lagi dari sudut pandang yang berbeda: Dunia Entrepreneur

Untuk jelasnya, coba Anda simak kutipan tulisan tersebut di bawah ini:

Cerpen ini bercerita tentang seorang pemuda yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Kisahnya diawali dengan keputusan si pemuda untuk keluar dari perusahaannya dan berwiraswasta dengan berjualan tikar tradisional. Tikar tersebut ia buat sendiri, lalu dijual di perbatasan.

Tragisnya, produknya ini tidak laku, hanya gara-gara ia berkata jujur, “Tikar ini buatan saya sendiri”. Ternyata, para pembeli beranggapan bahwa tikar tersebut haruslah buatan daerah tertentu di Malaysia. Jika dibuat oleh orang Indonesia, maka dianggap tidak asli.
Si pemuda pun mencoba menjual produknya ini di Indonesia, tapi ternyata prospeknya tidak begitu cerah. ia pun kecewa dan prihatin. Ia telah bertekad untuk lebih mencintai negerinya. Tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa hal-hal yang berbau Malaysia lebih disukai oleh masyarakat Indonesia di perbatasan tersebut. Terlebih, mata uang ringgit lebih disukai daripada rupiah. Hal-hal yang berbau Indonesia hanya mereka “nikmati” saat upacara bendera di sekolah.

Walau ini adalah cerpen yang notabene hanya kisah fiktif, tapi ide ceritanya berasal dari kisah nyata. Herti, si penulis cerpen tersebut, pernah bercerita pada saya bahwa cerpen ini ditulis setelah dia membaca artikel di sebuah majalah tentang fenomena kehidupan masyarakat di perbatasan Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia.

Karena sudah ditulis sejak tiga tahun lalu, sebenarnya saya tak begitu perhatian lagi terhadap cerpen tersebut. Tapi hari ini, tiba-tiba saya tergerak untuk membahasnya lagi.

Gara-garanya, beberapa hari lalu saya bertemu dengan seorang perempuan yang masih muda, dia pengusaha kue kering yang sudah sukses dari Bandung. Kami sebenarnya berbincang soal rencana dia untuk menerbitkan buku. Tapi di sela-sela pembicaraan, si teman ini bercerita tentang salah satu pengalaman dia ketika berkunjung ke Jepang.

“Masa orang Jepang itu bilang, your cake is too fancy for Indonesia. Kalau ini buatan Malaysia atau Singapore, saya mau beli. Tapi karena buatan Indonesia, maaf saya tak mau beli. Saya sarankan pada Anda, ubah saja label ‘made in Indonesia’ di produk Anda ini menjadi “made in Malaysia’ atau ‘made in Singapore’. Dijamin lebih laris. Anda akan mendapat profil yang jauh lebih besar.”

Si teman ini terlihat emosi ketika menceritakan pengalaman di atas. “Kalau saya hanya memikirkan uang sih, saran dia itu akan segera saya ikuti. Tapi saya masih punya jiwa nasionalisme. Hati saya terasa sangat sakit ketika dia mengucapkan kalimat itu. Sedemikian rendahkah citra Indonesia di mata dunia luar?”

* * *

Dua kisah di atas membuat saya mikir-mikir. Saat ini, sebagai sebagai entrepreneur, hal-hal seperti di atas belum pernah saya alami. Saya juga punya banyak teman pengusaha di Komunitas Tangan Di Atas. Banyak di antara mereka yang sudah sukses ‘melebarkan sayap’ sampai ke luar negeri.

Pak A.R. Hantiar misalnya, pernah menceritakan salah satu pengalaman menariknya ketika ia berkunjung ke sebuah negara Eropa. Ternyata, masyarakat di sana menganggap bahwa penduduk Indonesia adalah orang-orang yang sangat religius. Intinya, citra Indonesia di mata mereka sangat positif.

Jadi, mungkin tidak semua orang luar negeri memandang Indonesia secara under estimate. Mungkin banyak juga produk kita yang tetap laku di luar negeri, walau diberi label ‘made in Indonesia’.

Tapi terlepas dari apapun, saya berpendapat bahwa kedua kisah di atas merupakan salah satu fakta yang perlu kita cermati dengan serius.

Pertanyaannya adalah:
Mengapa banyak orang luar yang memandang Indonesia dengan rendah seperti itu?

Menurut saya:

1. Karena kita adalah bangsa yang tidak percaya diri. Kita lebih senang menggunakan produk-produk luar daripada produk kita sendiri.

Ketika Malaysia mengklaim Tari Pendet sebagai budaya mereka, barulah kita kebakaran jenggot. Tapi sebelumnya, apakah kita sudah serius dalam memelihara dan mengembangkan tarian dari Bali ini agar ia tetap lestari dan dicintai oleh generasi muda kita?

Maaf, saya tak terlalu yakin

Terlepas siapapun Megawati Soekarno Putri, terlepas dari fakta bahwa saya BUKAN salah seorang pengagum dia, terus terus terang saya sangat setuju pada ucapannya dalam acara Capres Bicara di Trans TV beberapa bulan lalu. Saat itu, Megawati menyatakan prihatin terhadap remaja Indonesia yang lebih menyukai lagu dan tari-tarian dari Barat ketimbang lagu dan tari-tarian asli Indonesia.

2. Karena mental bangsa kita sudah bobrok. Ingatlah kasus KPK, Cicak vs Buaya. Saya tak perlu bercerita panjang lebar. Anda pasti lebih tahu

3. Karena sumber alam kita yang seharusnya dikelola oleh negara (bahkan sudah diatur secara sangat jelas dalam UUD 45), eh.. malah diserahkan kepada pihak asing. Coba hitung, sudah berapa banyak BUMN kita yang dijual ke luar negeri. Sudah berapa banyak sumber alam kita yang menjadi milik asing?

KETIGA POIN di atas – menurut saya – merupakan faktor utama yang menyebabkan banyak orang luar negeri yang memandang rendah terhadap negeri kita.

* * *

Saya jadi ingat cerita tentang Republik Rakyat China (RRC). Dulu, mereka adalah negeri yang biasa-biasa saja. Ketika bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa internasional nomor satu di dunia, mereka justru tidak mau mengakuinya. Mereka PERCAYA DIRI dengan bahasa mereka sendiri.

Lantas, singkat cerita, banyak warga China yang akhirnya sukses di mana-mana. Mereka punya perusahaan-perusahaan besar, mereka menguasai banyak sektor perekonomian.

Kondisi ini menyebabkan posisi China di peta perekonomian dunia sangat besar. Mereka punya “kekuatan luar biasa” yang tak terbayangkan sebelumnya.

Kekuatan ini menyebabkan banyak perusahaan milik orang China yang dengan penuh percaya diri mencantumkan salah satu persyaratan berikut dalam penerimaan karyawan baru:

“Menguasai bahasa Mandarin baik secara aktif maupun pasif”

Artinya, secara perlahan dan alamiah namun pasti, bahasa Mandarin kini menjadi salah satu bahasa paling berpengaruh di dunia. Dan akhirnya, bahasa ini pun ditetapkan sebagai salah satu bahasa internasional!

Kita mungkin tercengang. Tapi menurut saya: Inilah BUAH MANIS dari sebuah sikap percaya diri. Inilah BUAH MANIS dari sebuah sikap nasionalisme.

Siapa yang teguh dalam memegang prinsip hidupnya, dan percaya diri dengan keunikan dirinya, maka Insya Allah dia akan menjadi orang yang sangat sukses di masa depan!

* * *

Keteguhan sikap dan kepercayaan diri, seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat China, memang terkesan tidak menguntungkan dalam jangka pendek.

Ya, coba bayangkan saja bagaimana bila si teman pengusaha dari Bandung tersebut ketika dia menolak saran orang Jepang untuk mengganti lebel produknya.

Ya, dia “kehilangan” banyak potensi penghasilan.

Tapi, saya percaya, itu adalah potensi jangka pendek belaka.

Sementara untuk jangka panjang, simaklah cerita tentang negeri China di atas. Itu adalah bukti yang SANGAT JELAS

* * *

Jadi kalau sekarang saya ditanya:
“Apakah sebagai pengusaha Indonesia, kita tak boleh nasionalis?”

JAWABAN SAYA: Kita harus sangat nasionalis.

Kita harus teguh dalam memegang prinsip-prinsip yang kita yakini.

Kita harus percaya diri dengan potensi dan keunikan kita sendiri.

Saya percaya, inilah salah satu cara paling jitu agar bangsa kita bisa bangkit lagi, bisa dihormati lagi oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini!

NB: Saya jadi kepikiran, tiba-tiba punya sebuah mimpi besar: Saya ingin sekali agar Sekolah-Menulis Online suatu saat nanti diakui oleh dunia sebagai salah satu produk Indonesia yang bisa mengharumkan nama bangsa ini. Amiin, semoga tercapai!

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com



Read More......

Kesuksesan Anda BISA Berawal dari Hal “Sepele” Seperti Ini

Banyak hal besar yang berawal dari hal-hal kecil. Karena itu, untuk mencapai SUKSES (yang tentu kita sepakati sebagai sesuatu yang besar), yuk kita mulai dari hal-hal kecil. Kali ini, saya akan membahas sesuatu yang mungkin SELAMA INI kita anggap sangat sepele. Tapi sebenarnya, ia bisa sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kita di masa depan.
Anda penasaran? Baiklah. Saya akan jelaskan dari dua contoh kalimat yang sangat sederhana:

1. Menulis Cerpen Itu Sulit

2. Menulis Cerpen Itu Tidak Mudah

Pertanyaan saya:

Dari segi MAKNA, apa perbedaan di antara kedua kalimat di atas?

Tentu saja, jawabannya TIDAK ADA. Kedua kalimat di atas memiliki makna yang SAMA SAJA.Tak Ada Bedanya.

Tapi coba Anda baca lagi kedua kalimat di atas dengan menggunakan PERASAAN. Ya, libatkan perasaan Anda ketika mencerna kedua kalimat di atas. Lalu bertanyalah pada diri sendiri, “Kalimat mana yang membuat saya MERASA lebih nyaman?”

Saya yakin, jawaban Anda adalah “Kalimat ke-2″.

MENGAPA?
Saya akan memaparkan sebuah RAHASIA:

Dari seluruh kalimat yang diucapkan oleh siapapun, maka pikiran kita akan lebih cepat mencerna unsur PREDIKAT.

Hm, Anda masih ingat pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dulu, kan? Agar lebih jelas, yuk kita refreshing dulu:

Rumus kalimat: Subjek + Predikat + Objek

Contoh I: Budi Membaca Buku
Predikat pada kalimat ini adalah MEMBACA

Contoh II: Menulis Cerpen Itu Sulit
Predikat pada kalimat ini adalah SULIT

Contoh III: Menulis Cerpen itu Tidak Mudah
Predikat pada kalimat ini adalah MUDAH

Contoh IV: Saya Bingung tentang Syarat Lomba Itu
Predikat pada kalimat ini adalah BINGUNG

* * *

Bila Anda mengucapkan kalimat Contoh II (Menulis Cerpen Itu Sulit), maka pikiran Anda akan menangkap kata SULIT. Karena “sulit” adalah kata yang negatif, maka otomatis perasaan Anda pun menjadi tidak nyaman. Dan kelanjutannya bisa macam-macam.

Contoh:

“Menulis cerpen itu kan sulit. Jadi jangan coba-coba deh, menulis cerpen. Sulit gitu lho. Saya tak mungkin menjadi penulis cerpen!”

Dan bila Anda sudah berpikir seperti ini, maka dampaknya pun bisa macam-macam. Anda mungkin merasa gagal sebagai penulis cerpen. Anda stress, frustasi, bahkan depresi hingga bunuh diri (ya, ini bisa saja terjadi bila iman seseorang tidak kuat, hehehehe…)

* * *

Sekarang coba bandingkan bila yang Anda ucapkan adalah kalimat Contoh III (Menulis Cerpen itu Tidak Mudah). Pikiran Anda akan menangkap kata “Mudah”. Ini adalah kata yang bersifat positif.

Karena bersifat positif, maka perasaan Anda merasa nyaman ketika mengucapkannya. Karena merasa nyaman, maka dampak-dampak positif lainnya akan muncul. Seperti:

“Ya, memang menulis cerpen memang tidak mudah. Tapi bila saya mau belajar dan terus mencoba, siapa tahu suatu saat nanti menulis cerpen menjadi sangat mudah bagi saya!”

* * *

Sekarang saya hendak mengajukan SATU PERTANYAAN PENTING:

Dari kalimat Contoh II dan Contoh III di atas, kalimat mana yang bisa MENGGERAKKAN dan MEMOTIVASI Anda untuk meraih sukses?

Pasti, jawabannya adalah contoh Kalimat III.

Sedangkan kalimat II justru membawa kita menjadi orang yang pesimis, khawatir, stress, dan seterusnya.

* * *

Maka, SALAH SATU kiat sukses adalah:

Hindari penempatan kata-kata yang bersifat negatif pada predikat kalimat Anda.

Setiap kali Anda hendak melakukan hal ini, coba biasakan untuk SEGERA menggantinya menjadi kalimat yang positif.

Contoh sederhana:

- Kalimat “Menulis Cerpen Itu Sulit” silahkan diganti menjadi “Menulis Cerpen Itu Tidak Mudah.”

- Kalimat “Saya Bingung tentang Syarat Lomba Itu” silahkan diganti menjadi “Saya Belum Mengerti tentang Syarat Lomba Itu” atau “Saya Masih Penasaran tentang Syarat Lomba Itu”, dan seterusnya.

* * *

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com



Read More......

[Kiat Menulis] Berguru dari Penulis yang (justru) Merasa BUKAN Penulis

Berdasarkan penerawangan pengamatan saya, ada berbagai macam jenis penulis yang hidup di muka bumi ini. Yaitu:

1.Penulis profesional, yakni orang-orang yang mencari uang lewat kegiatan menulis. Mereka ini masih terbagi dua lagi, yakni:
1.Full Time Writer ==> Menulis sebagai sumber penghasilan utama.
2.Part Time Writer ==> Menulis sebagai salah satu sumber penghasilan utama.
2.Penulis amatir, yakni orang-orang yang menjadikan kegiatan menulis sebagai hobi belaka. Banyak orang yang salah persepsi terhadap istilah “penulis amatir” ini. Mereka mengira, penulis amatir adalah orang-orang yang belum pintar menulis, Hm, ini pandangan yang keliru, Saudara-saudara Sekalian!
Termasuk ke dalam golongan penulis amatir:
Orang-orang yang menulis untuk tujuan menambah pergaulan, berbagi ilmu, menghilangkan stress, aktualisasi diri, dan sebagainya.
Seiring dengan perkembangan zaman pengalaman dan keahlian mereka, banyak penulis amatir yang akhirnya beralih status menjadi penulis profesional.
3.Penulis Tidak Sadar, yakni orang-orang yang sering menulis (dengan tujuan tertentu), tapi mereka merasa bukan penulis. Contohnya
1.Blogger. Mereka ini umumnya lebih senang disebut blogger daripada penulis. Padahal kegiatan utama mereka justru menulis. Jadi, sebenarnya mereka ini penulis juga, kan? (Barulah ketika tulisan di blog mereka diterbitkan menjadi buku, mereka dengan percaya diri mengatakan, “Saya penulis.”)


2.Pebisnis online atau internet marketer. Mereka biasanya menulis untuk tujuan SEO, meningkatkan trafik website, dan sebagainya. Sama seperti blogger, mereka pun tidak sadar bahwa mereka sebenarnya penulis.
3.Staf atau manajer humas di perusahaan, yang harus sering menulis untuk dibaca oleh wartawan atau konsumen mereka.
4.Dan sebagainya.
4.Penulis Wanna Be, yaitu orang yang bercita-cita menjadi penulis, tapi tak terwujud juga. Bukan karena mereka gagal. Bagaimana mungkin dibilang gagal, jika mencoba saja belum pernah. Mereka mengaku terlalu sibuk, banyak kendala, belum tahu caranya, MERASA MINDER, dan sebagainya dan sebagainya. Ah, banyak alasan deh pokoknya
* * *

Pada tulisan ini, saya tertarik untuk membahas penulis jenis ke-3.

Kenapa?
Sebab bagi kita semua yang termasuk penulis jenis nomor 1, 2 atau 4, SANGAT PERLU BERGURU PADA MEREKA.

Kenapa?

Coba perhatikan: Mereka ini pada umumnya bisa membuat tulisan yang bagus dengan cara yang sangat mudah.

Kenapa?

Sebab mereka tak punya beban dalam menulis. Ya, tentu saja. Mereka kan merasa bukan penulis. Jadi mereka menulis secara alamiah saja. Sesuai gaya dan passion masing-masing.

Maka, dari penulis jenis ke-3 inilah, lahirlah banyak tulisan yang bagus, berkualitas, dan disukai oleh banyak orang.

Bila Anda ingin saya menyebutkan contohnya, baiklah! Berikut beberapa di antaranya:

1.Fauzi Rachmanto (banyak teman yang bilang, tulisan dia “daging semua”, saking bagusnya). Belakangan beliau juga menerbitkan buku dan menjadi kolumnis di majalah Wirausaha & Keuangan. Selamat ya Pak
2.Roni Yuzirman. Tulisan-tulisan di blog pribadinya menjadi salah satu cikal bakal lahir dan berkembangnya Komunitas Tangan Di Atas yang terkenal itu.
3.Agung “mbot” Nugroho. Demi Tuhan, tulisan-tulisan dia sangat unik dan luar biasa! Belakangan, Mbot juga menerbitkan sebuah buku.
4.Edy Sihombing. Ia banyak menulis mengenai internet marketing.
5.Akmal. Dia ini adalah penulis yang menurut saya, “Cara berpikirnya kok persis banget dengan saya?”
6.Priyadi. Walau sekarang berhenti ngeblog, yang jelas tulisan-tulisan di blognya sangat bagus, diminati oleh banyak orang, sehingga dia PERNAH menjadi blogger paling ngetop di Indonesia.
7.Cosa Aranda. Karena tulisan-tulisan di blognya-lah, dia kini sukses sebagai salah seorang internet marketer paling ngetop di Indonesia.
8.Welly Mulia. Sama seperti internet marketer sukses lainnya, dia juga banyak membuat tulisan yang bagus di blog pribadinya.
Oke, delapan saja sudah cukup, ya. Maaf bagi teman-teman yang merasa sebagai penulis jenis ke-3, tapi belum saya cantumkan di atas. Bukan berarti saya lupa pada Anda. Tapi kalau ditulis semuanya, bisa-bisa tulisan ini berubah menjadi “daftar nama penulis”

Yang jelas, saya sangat kagum pada Anda semua!

* * *

Nah, bagi kita-kita ini yang merasa sebagai penulis jenis 1, 2 atau 4, dan selama ini masih menghadapi kendala dalam menulis, cobalah kita berguru kepada para penulis jenis ke-3 di atas.

Kenapa kita sering mandeg dan tak bisa menulis?

Karena belum apa-apa, kita sudah banyak berpikir:

“Nanti tulisannya bagus enggak, ya?”

“Apa tulisan seperti ini layak disebut cerpen?”

“Bagaimana kalau tata bahasanya tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan?”

“Bagaimana kalau para pembaca mengejek tulisan ini? Duh, malunya!”

Para penulis jenis ke-3 di atas, sama sekali tak pernah berpikir seperti itu. Mereka menulis secara spontan saja, tanpa banyak mikir.

“Ah, mungkin karena mereka memang berbakat!!!”

HEI SIAPA YANG BILANG ITU????

Kalau Anda masih percaya bahwa bakat itu penting, coba baca dulu artikel yang ini dan yang ini

Percayalah! Yang dilakukan oleh para penulis jenis ke-3 di atas – yang menyebabkan mereka sukses sebagai penulis, adalah:

MEREKA MENULIS DENGAN OTAK KANAN

Anda sudah baca tulisan “Kiat Menulis Bebas” alias “Otak Kanan Dulu Baru Otak Kiri?”

Kalau belum, coba dibaca dulu ya.

(Ada beberapa teman yang – katanya – sudah membaca tulisan tersebut. Tapi, “Ketika saya mempraktekkan kiat menulis bebas, kok masih susah ya? Saya tetap mandeg menulis!!!”

Temanku, percayalah! Ini hanya soal latihan. Segala sesuatu yang masih baru, memang terasa berat ketika dicoba, Karena itu, teruslah berlatih, ya! Tetap Semangat! Pantang Menyerah!)

Nah, bila Anda ingin menjadi penulis yang percaya diri, punya motivasi yang tinggi, tangguh, pantang menyerah dalam menghadapi kendala apapun termasuk penolakan naskah, selalu rajin dan penuh semangat dalam menulis……

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com


Read More......

[Kiat Menulis] Bagaimana Cara Membuat Tulisan yang Bagus, Menarik dan Menggugah?

Dalam berbagai kegiatan pelatihan penulisan, atau obrolan pribadi, saya seringkali disambut oleh pertanyaan seperti ini. Tentu saja, susunan redaksionalnya berbeda-beda. Ada teman penulis yang bertanya, “Saya ingin membuat tulisan yang sangat luar biasa seperti novel Laskar Pelangi. Bagaimana caranya?”
Atau, “Bagaimana caranya agar saya bisa membuat tulisan yang benar-benar berkualitas tinggi, disukai oleh jutaan pembaca, menggugah, menimbulkan kesan yang mendalam, menyentuh perasaan, pokoknya yang benar-benar spesial dan luar biasa banget, deh.”

Baruan (sebelum tulisan ini dibuat), ada teman lain yang bertanya, “Kenapa sebuah karya bisa “abadi” di hati pembaca? Misalnya Ronggeng Dukuh Paruk-nya Pak Ahmad Tohari. Ada resep khusus untuk membuat karya seperti itu?”

Saya yakin, banyak di antara Anda yang memiliki pertanyaan yang sama. Anda pasti ingin tahu apa jawabannya, ya?

Oke, menurut pendapat saya begini:

Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tak perlu diajukan sama sekali. Anda bahkan tak perlu memikirkannya.

Yang harus Anda lakukan adalah:

■Teruslah berlatih menulis. Jangan pernah berhenti menulis. Sebab menulis itu seperti menyetir mobil. Semakin tinggi jam terbang Anda, maka keahlian Anda pun insya Allah semakin baik.
■Rajin-rajinlah membaca buku-buku yang berkualitas. Jika tubuh kita diibaratkan “pabrik penulis”, maka inputnya – antara lain adalah bacaan, dan outputnya (atau produk yang dihasilkan) adalah tulisan. Dengan demikian, kegiatan membaca bagi seorang penulis sangat penting. Tulisan kita akan banyak diwarnai oleh jenis bacaan yang kita lahap. Bila Anda rajin membaca teenlit, maka Anda akan menjadi seorang penulis teenlit. Bila Anda rajin membaca opini di surat kabar, maka Anda akan menjadi seorang penulis opini. Demikian seterusnya.
Jadi bila Anda ingin membuat novel sebagus “Ronggeng Dukuh Paruk” misalnya, maka rajin-rajinlah membaca novel yang kualitasnya seperti itu. Maka insya Allah, Anda akan ketularan

Kiat yang saya beberkan di atas mungkin terkesan sangat sederhana. Anda mungkin tidak percaya, bahwa untuk membuat tulisan yang sangat bagus, menarik, menggugah dan abadi di hati pembaca, kiatnya hanya sesederhana itu.

Tapi percayalah! Kiat di atas memang terkesan sangat sederhana. Tapi bila dipraktekkan secara sungguh-sungguh, insya Allah suatu saat nanti Anda akan menemukan sebuah – bahkan mungkin banyak – fakta yang mengejutkan

Yang jelas, seperti yang saya sebutkan di atas, Anda tak perlu repot-repot memikirkan “Bagaimana caranya agar saya bisa membuat tulisan yang sebagus novel karya Ahmad Tohari atau Andrea Hirata”. Praktekkan saja kedua kiat di atas. Saya doakan, suatu saat nanti Anda akan jauh lebih hebat dari Andrea Hirata bahkan Stephen King!

Amiin….

Cilangkap, 6 Juni 2008

Jonru



Read More......

12/20/2009

Obat tradisional untuk Demam

Demam adalah suatu gejala dimana suhu tubuh meningkat di atas normal. Demam sendiri bukan merupakan penyakit, tetapi aktifitas tubuh dalam melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
Beberapa jenis tanaman yang berkhasiat untuk meredakan demam antara lain:

1. Brotowali (Batang)
• Ambil 2 jari batang brotowali
• Rebus dengan 2 gelas air, hingga tersisa menjadi 1 gelas
• Tambahkan madu secukupnya
• Minum setengah gelas air rebusan
• Lakukan 2 kali sehari
2. Jeruk Nipis (Daun)
• Petik 2 -4 genggam daun jeruk nipis, cuci bersih
• Rebus dengan 2-4 gelas air

• Gunakan air rebusan ini untuk mengompres
• Gunakan kain yang menyerap air, kompres pada dahi penderita
3. Kumis Kucing (Akar)
• Siapkan 100 gr akar kumis kucing, cuci bersih
• Rebus dengan 2000 cc air
• Tunggu sampai mendidih
• Dinginkan, saring dan ambil airnya
• Minum segelas sehari
4. Daun Pepaya(Daun)
• Petik daun pepaya yang muda
• Tumbuk daun hingga menjadi setengah gelas
• Tambahkan 3/4 gelas air dan sedikit garam
• Peras campuran tadi lalu saring
• Minum ramuan 3 kali sehari dengan dsis yang sama
• Lakukan selama 5 hari berturut-turut
5. Sambiloto (Daun)
• Pilih daun sambilto segar
• Tempelkan ke Badan (punggung, leher, dada) dan dahi penderita

Dari berbagai sumber




Read More......

Manfaat Bunga Melati

Selain digunakan sebagai hiasan pengantin atau sebagai campuran minum teh, melati juga bermanfaat untuk berbagai keperluan. Kandungan kimia dalam bunga dan daunnya seperti indol, benzyl, livalylacetaat, terbukti efektif untuk:

• Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
Caranya, ambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
• Sakit mata
Penyakit mata yang ringan seperti mata merah atau belek karena iritasi, bisa diatasi dengan segenggam daun melati. Caranya, ambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan pada dahi. Bila sudah mengering ganti dengan yang baru. Ulangi sampai sembuh.

• Bengkak akibat serangan lebah
Caranya, ambil 1 genggam bunga melati, remas-remas sampai halus, kemudian tempelkan pada bagian yang tersengat lebah.
• Demam dan sakit kepala
Ambil 1 genggam daun melati dan 10 kuntum bunga melati. Campur semua bahan, remas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang. Cara menggunakannya, air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.
• Demam berdarah.
Rebus 7 lembar daun melati dan 1,25 gram belimbing dalam 250 ml air hingga menjadi 1 gelas air saja. Setelah dingin, saring dan minumkan pada penderita demam berdarah. Lakukan 3 hari berturut-turut dengan dosis 8 gelas per hari.



Read More......

Khasiat Mahkota Dewa

Tumbuhan dengan nama ilmiah Phaleria macrocarpa di kenal juga dengan nama simalakama (Melayu/Sumater), Makuto Dewo (Jawa). Tanaman ini berasal dari Papua dan sudah terkenal berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti: Diabetes Mellitus, Kanker dan Tumor, Hepatitis, Rematik dan Asam urat



1. Diabetes Mellitus
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Ambil 5-6 buah mahkota dewa, iris dan cuci bersih.
- Rebus bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, minum 3 kali sehari (masing-masing 1 gelas)

2. Kanker dan Tumor

Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gr temu putih, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr cakar ayam kering, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

3. Hepatitis
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gr pegagan, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr daun dewa, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Rematik dan Asam urat
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa dengan 15 gr akar sidaguri, 10 gr sambiloto kering, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

Dari berbagai sumber



Read More......

Herbal: Khasiat Jagung Muda

Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang populer di indonesia. Selain enak untuk direbus, dibakar, atau dijadikan brondong jagung, jagung yang masih muda ternyata memiliki khasiat luar biasa. Selain buah/daging jagung muda tersebut, rambut jagung tersebut memiliki khasiat juga untuk kesehatan.

Beberapa jenis penyakit yang dipercaya dapt disembuhkan oleh jagung muda ini adalah: Batu injal, Batu Empedu, tekanan darah tinggi.

Air rebusan tongkol dan rambut jagung muda dapat melarutkan batu ginjal. Selain itu, seduhan itu juga berguna mengobati penyakit batu empedu, dan tekanan darah tinggi.

• Batu Ginjal
Bahan: Jagung muda 4 tongkol, Rambut Jagung 1 genggam, Daun Keji Beling segar 8 helai
Cara pembuatan: Semua bahan direbus dalam 110 ml air. Air rebusan diminum sehari sekali, selama 14 hari. Setelah batu keluar, baik berupa kerikil, butiran maupun buih, pengobatan harus segera dihentikan, kemudian diteruskan dengan minum Jamu Kumis Kucing dan Meniran. Caranya, ambil masing-masing 30 gr daun meniran dan daun kumis kucing, diseduh seperti teh.
• Batu Empedu
Bahan: Jagung muda 5 tongkol, Herba Kumis Kucing segar 5 gram
Cara pembuatan: Semua bahan direbus dengan 110 ml air. Air rebusan diminum sehari sekali, selama 14 hari.
• Tekanan Darah Tinggi
Bahan: Jagung muda 5-7 tongkol, Rambut Jagung 1 genggam
Cara pembuatan: Semua bahan direbus dengan 110 ml air. Air rebusan diminum sehari sekali, selama 7 hari.

Yang harus Anda perhatikan, jangan terlalu banyak menggunakan rambut jagung sebagai obat, karena dapat menurunkan tekanand darah secara drastis dalam waktu singkat.



Read More......

- Jahe untuk terapi kanker

JAHE adalah tanaman berkhasiat obat atau biasa kita sebut obat herbal yang dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center, AS, dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan diberikan pada kultur sel kanker ovarium.

Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini masih merupakan langkah pertama.

Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy, proses pemakanan sel. Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan American Association for Cancer Research.


Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.

American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium.

Dalam penelitian lain menggunakan tikus yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.

sumber: kompas.com



Read More......

Khasiat Daun Kemangi

Daun kemangi sangat populer di Indonesia, terutama di daerah Jawa barat sebagai lalapan pelengkap makan. Ternyata selain sebagai penguat aroma dalam makanan (contohnya pepes), kemangi juga memiliki khasiat yang serupa dengan efek obat sex VIAGRA - nah lho?

Khasiat untuk Pria:
Kemangi ini mengandung zat aktif sineol dan arginine, khasiatnya mampu mengatasi ejakulasi permatur, melebarkan pembuluh kapiler, memperkuat daya tahan sperma dan mencegah kemandulan pada pria. Kandungan Apigenin fenkhona dan eugenol dalam kemangi juga dapat mempermudah ereksi.

Khasiat bagi wanita:
Bagi wanita, kemangi sangat berguna. Seluruh bagian tanaman ini kaya akan senyawa anetol dan boron yang mampu merangsang hormon estrogen. Senyawa eugenol yang dimilikinya juga mampu membunuh jamur penyebab keputihan. Selain itu zat stigmaasterol dalam kemangi dapat merangsang pematangan sel telur. Tannin dan seng mengurangi sekresi cairan vagina. Ada lagi zat triptofan yang dapat menunda menopause.

sumber: suara merdeka dot com



Read More......

Obat Alami: Khasiat buah-buahan di sekitar kita

Gaya hidup modern dewasa ini banyak mempengaruhi gaya hidup keseharian masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah konsumsi makanan cepat saji atau junk food. Di postingan ini saya akan memaparkan khasiat buah-buahan yang mungkin sudah di tinggalkan oleh sebagian masyarakat kita yang berungsi sebagai obat alami atau obat tradisional: Buah apel, Alpukat dan Pisang

1. Apel
Apel banyak mengandung Vitamin B dan C, mineral: Kalsium, fosfor, zat besi dan klorin.
Khasiat buah apel:
- Mengurangi konstipasi atau sembelit, memperbaiki pencernaan
- Mengurangi batu empedu dan artitis (radang sendi)
- Mengurangi kolesterol
- Baik untuk kesehatan gusi

2. Buah Alpukat
Alpukat kaya akan vitamin B dan C juga mineral: kalsium, fosfor juga zat besi. Lemak juga kaya akan lemak yang bermanfaat untuk sistem kardiovaskuler.

Khasiat alpukat:
- Bergizi tinggi yang mengandung banyak lemak, vitamin dan mineral
- Bermanfaat untuk mengurangi radang dinding perut
- Mengurangi radang sistem pencernaan

3. Buah Pisang
Pisang kaya akan vitamin B dan C, juga mineral seperti kalsium, sodium, magnesium dan potassium.

Khasiat buah pisang:
- Baik untuk anak/dewasa yang bermasalah dengan nafsu makan dan pencernaan
- Pisang yang matang dapat mengurangi diare
- Baik untuk mengurangi radang lambung dan usus
- Pisang adalah makanan yang berenergi tinggi dikarenakan kandungan gula tinggi didalamnya


dari berbagai sumber



Read More......

Obat Alami untuk Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi berhubungan erat dengan meningkatnya serangan jantung dan stroke. Penyebab tekanan darah tinggi ini antara lain adanya pengerasan dan penyumbatan arteri. Pembuluh darah yang sakit menjadi sempit, sehingga jantung memerlukan tekanan yang lebih besar untuk memompa darah ke pembuluh darah.

Beberapa obat alami yang kandungannya dapat mengurangi bahkan mengobati penyakit darah tinggi ini antara lain:

1. Daun Salam (Syzigium polyanthum)
Khasiat : menurunkan koesterol dan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula darah tinggi.

2. Rumput Laut (Laminaria japonica)
Khasiat : menormalkan tekanan darah, menurunkan kolesterol tinggi, mencegah aterosklerosis.

3. Ketimun
Khasiat: Kadar mineral potassium yang tinggi berguna untuk mengurangi tekanan darah yang tinggi, serta berguna juga untuk mengurangi batu ginjal

4. Blewah
Khasiat: Sama dengan ketimun yang kaya akan kandungan potassium, baik untuk mengurangi tekanan darah tinggi dan juga baik untuk masalah ginjal/kandung kemih
Beberapa buah/tumbuhan yang mempunya kandungan sama dengan ketimun/blewah: peach atau persik, strawberi, raspberi, daun turnip dan wheat grass.

5. Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
Khasiat : menurunkan kolesterol tinggi, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula darah

6. Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.)
Efek : melancarkan sirkulasi dan mencairkan gumpalan darah, menetralkan racun dalam tubuh.

7. Bawang Putih
Khasiat: menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, menghancurkan penggumplan darah

8. Bawang Bombay
Khasiat: Mempunyai khasiat yang sama dengan bawang putih



---dari berbagai sumber...



Read More......

Khasiat Daun Sirih

Daun sirih sangat terkenal karena khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu dari mimisan (keluar darah dari hidung) sampai dengan diare dan sakit gigi

• Mimisan
Ambil daun sirih satu lembar, gulung sambil di tekan agar keluar minyaknya lalu gunakan untuk menyumbat hidung yang mengeluarkan darh
• Diare
Ambil 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.
Tumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, lalu gosokkan pada bagian perut. Ulangi sampai sembuh
• Sakit gigi
Pengobatan: Di kumur
1. daun sirih direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan air rebusan tersebut.
Gunakan air rebusan untuk berkumur. Diulang secara teratur sampai sembuh.
2. Ambil 2 lembar daun sirih yang telah diremas, garam secukupnya.

Caranya, bahan tersebuh diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas, kemudian aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Air tersebut digunakan untuk berkumur.
• Alergi
Pengobatan: luar, di oleskan pada bagian yang gatal
Bahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.

Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.
• Bronkhitis
Ambil 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.

Caranya, daun sirih dirajang halus, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, lalu disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan.
• Keputihan
Ambil 7 - 10 lembar daun sirih.

Caranya, daun sirih direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Saat masih hangat, air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk membasuh dan membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.


dari berbagai sumber




Read More......

Khasiat Daun Salam

Daun salam (Syzygium polyanthum) sudah terkenal sebagai bumbu penyedap di ragam kuliner bangsa indonesia. Selain itu, ada juga khasiat daun salam dalam hal pengobatan alami seperti:

• Diare
Cuci 15 lembar daun salam segar. Rebus dalam dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus
Kencing manis
Cuci 7-15 lembar daun salam segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus sebelum makan. Lakukan sehari 2 kali.
Menurunkan kadar kolesterol tinggi
Cuci 10-15 lembar daun salam segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus di malam hari. Lakukan setiap hari.

Menurunkan tekanan darah tinggi
Cuci 7-10 lembar daun salam, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.
• Maag
Cuci bersih 15-20 lembar daun salam segar. Rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingin, minum airnya sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih dan penuh di lambung hilang.
Mabuk alkohol
Cuci 1 genggam buah salam masak, lalu tumbuk sampai halus. Peras dan saring, air yang terkumpul diminum sekaligus.
Kudis, gatal-gatal
Untuk pengobatan luar, cukup ambil daun, kulit, batang, atau akar salam seperlunya. Cuci bersih, lalu giling halus sampai menjad adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang gatal, kemudian dibalut.

sumber: http://suaramerdeka.com




Read More......

Khasiat Belimbing

Belimbing (Averrhoa pentandra ) memiliki beragam khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti:

Gondongan
Ambil 10 ranting muda belimbing berikut daunnya dan 4 butir bawang merah. Cuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ke tempat yang sakit.
Jerawat
a. Ambil buah belimbing secukupnya, cuci kemudian ditumbuk halus, lalu diremas dengan air garam seperlunya. Gunakan untuk menggosok wajah yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

b. Ambil 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Gunakan untuk menggosok wajah yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu
Ambil 10 buah belimbing, dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini digunakan untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Sementara untuk pemakaian dalam seperti diminum, dibutuhkan cara khusus.
Batuk
Ambil segenggam bunga belimbing, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir. Semua bahan ditim selama beberapa jam, angkat, lalu dinginkan. Saring, kemudian diminum dua kali, pagi dan malam saat perut kosong.

Atau, ambil 25 kuntum bunga belimbing, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, air rebusan disaring, tambahkan sedikit madu. Minum sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
Batuk rejan
Ambil 10 buah belimbing, dicuci lalu ditumbuk halus-halus, kemudian diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Diminum 2 kali sehari.
Sariawan
a. Ambil segenggam bunga belimbing, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, gunakan untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

b. Ambil 2/3 genggam bunga belimbing, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

c. Ambil 3 buah belimbing, 3 butir bawang merah, 1 buah pala muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

sumber: http://suaramerdeka.com




Read More......

KONSEP BELAJAR MANDIRI

Apa Gaya Belajar Itu?

Belajar di bidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika Anda harus belajar dengan terpaksa . Misalnya, Anda harus belajar karena itulah satu-satunya cara untuk lulus, mendapat pekerjaan atau bahkan kenaikan pangkat. Contoh lain dari keterpaksaan adalah bila Anda menyukai belajar di kelas dengan bimbingan dosen, sedangkan Anda terpaksa kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang mempunyai sistem belajar jarak jauh.

Menghadapi keterpaksaan untuk belajar jelas bukan hal yang menyenangkan. Tidak akan mudah bagi seseorang untuk berkonsentrasi belajar jika ia merasa terpaksa. Oleh karena itu, Anda perlu mencari jalan bagaimana agar belajar menjadi hal yang menyenangkan, atau …. walaupun tetap terpaksa, tapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif.

Para ahli di bidang pendidikan mencoba mengembangkan teori mengenai gaya belajar sebagai cara untuk mencari jalan agar belajar menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Sebagaimana kita ketahui, belajar membutuhkan konsentrasi. Situasi dan kondisi untuk berkonsentrasi sangat berhubungan dengan gaya belajar Anda. Jika Anda mengenali gaya belajar Anda, maka Anda dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana Anda dapat memaksimalkan belajar Anda. Apa gaya belajar itu?

Pengaruh Lingkungan Belajar
Lingkungan mempengaruhi kemampuan Anda dalam berkonsentrasi untuk belajar. Anda akan dapat memaksimalkan kemampuan konsentrasi Anda, jika Anda mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap konsentrasi. Jika Anda dapat memaksimalkan konsentrasi, Anda mampu menggunakan kemampuan Anda pada saat dan suasana yang tepat. Dengan demikian Anda dapat menghemat energi. Coba bayangkan jika Anda termasuk orang yang suka belajar di tempat yang sepi dan tenang, sementara teman Anda mengajak belajar di rumahnya sambil memasang musik dengan keras. Mampukah Anda berkonsentrasi dengan maksimal?

Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi belajar adalah suara, pencahayaan, temperatur, dan desain belajar.

a. Suara
Tiap orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap suara. Ada yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik keras, musik lembut, ataupun nonton TV. Ada juga yang suka belajar di tempat yang ramai, bersama teman. Tapi ada juga yang tidak dapat berkonsentrasi kalau banyak orang di sekitarnya. Bahkan bagi orang tertentu, musik atau suara apapun akan mengganggu konsentrasi belajar mereka. Mereka memilih belajar tanpa musik atau di tempat yang mereka anggap tenang tanpa suara. Namun, beberapa orang tertentu tidak merasa terganggu baik ada suara ataupun tidak. Mereka tetap dapat berkonsentrasi belajar dalam keadaan apapun.

b. Pencahayaan

Pencahayaan merupakan faktor yang pengaruhnya kurang begitu dirasakan dibandingkan pengaruh suara. Mungkin karena relatif mudah mengatur pencahayaan sesuai dengan yang Anda butuhkan.

c. Temperatur
Pengaruh temperatur terhadap konsentrasi belajar pada umumnya juga tidak terlalu dipermasalahkan orang. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa reaksi tiap orang terhadap temperatur berbeda. Ada yang memilih belajar di tempat dingin, atau sejuk; sedangkan orang yang lain memilih tempat yang hangat.

d. Desain Belajar

Jika Anda sedang membaca, menulis, atau meringkas modul yang membutuhkan konsentrasi, coba perhatikan, apakah Anda merasa lebih nyaman untuk melakukannya sambil duduk santai di kursi, sofa, tempat tidur, tikar, karpet atau duduk santai di lantai? Jika salah satu cara tersebut merupakan cara yang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi untuk belajar, maka mungkin Anda termasuk orang yang membutuhkan desain informal atau cara belajar tidak formal yang santai.

Jika Anda termasuk tipe yang membutuhkan desain formal, maka mungkin Anda lebih mudah berkonsentrasi jika belajar dengan kursi dan meja belajar. Lengkapi tempat belajar Anda dengan kalimat-kalimat positif, foto, gambar, atau jadwal belajar yang dapat meningkatkan semangat belajar Anda. Yang penting, sesuaikan dengan tipe Anda, baik tipe informal maupun tipe formal.

Anda telah mengetahui faktor-faktor dalam lingkungan yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Jadi, maksimalkan lingkungan tersebut untuk memaksimalkan konsentrasi belajar Anda.

Kenali Aspek Kesiapan Belajar Anda

Tahukah Anda, apa saja yang menjadi aspek kesiapan belajar? Aspek-aspek tersebut merupakan pilihan. Ada orang yang cocok dengan aspek ABC, sedangkan yang lain lebih cocok dengan aspek XYZ. Yang penting adalah Anda mengenali aspek yang menjadi penentu kesiapan belajar Anda. Jika Anda mengenalnya, Anda dapat mempersiapkan diri secara maksimal.


a. Motivasi
Motivasi tiap orang untuk belajar berbeda-beda. Motivasi sudah ada pada saat seseorang akan melakukan sesuatu, namun mungkin tidak Anda sadari. Anda perlu mengetahui apa sebenarnya motivasi belajar Anda. Atau bisa juga lebih khusus, misalnya apa motivasi Anda untuk mengambil matakuliah tertentu.

Mungkin Anda mengikuti perkuliahan di UT untuk mendapatkan gelar sarjana sebagai syarat kenaikan pangkat. Apapun motivasi Anda, cobalah untuk mengenalinya. Bergabunglah dengan mahasiswa lain yang memiliki motivasi yang sama. Dengan cara tersebut, Anda akan dapat saling memotivasi untuk berhasil. Sebagai contoh: mahasiswa yang mengikuti kuliah di UT sebagai upaya untuk persyaratan kenaikan pangkat, mungkin dapat berkumpul bersama mereka yang memiliki tujuan yang sama untuk saling memotivasi. Bayangkan, jika teman Anda berhasil untuk naik pangkat setelah lulus UT, Anda tentunya akan termotivasi untuk mengikuti jejaknya bukan?!

Anda juga dapat bergabung dengan mereka yang tujuan belajarnya berbeda untuk saling meningkatkan motivasi belajar. Apapun caranya, yang penting adalah memperkuat motivasi belajar Anda.
b. Keteraturan/ketekunan
Dalam mempelajari modul, maka orang yang mempunyai ketekunan tinggi akan berusaha membacanya sampai selesai secara teratur. Mereka akan merasa terganggu kalau suatu topik bahasan yang mereka baca belum terselesaikan. Sedangkan orang yang memiliki ketekunan rendah, mudah kehilangan minat untuk belajar. Mereka tidak merasa terganggu jika mereka tidak selesai membaca modul seluruhnya. Bagi tipe ini, mungkin tugas belajar yang cocok bagi mereka adalah tugas-tugas kecil yang termasuk “short assignment”. Cobalah membaca modul sedikit demi sedikit sambil diselingi kegiatan lain, seperti membuat ringkasan, atau mengerjakan tes formatif. Dengan cara memecah tugas belajar seperti itu, diharapkan Anda akan tetap termotivasi dalam menyelesaikan tugas jangka panjang, yaitu membaca modul secara keseluruhan.


c. Beban Tugas
Tebalnya modul yang harus Anda pelajari seringkali mematahkan semangat untuk belajar. Namun bagi mahasiswa tertentu, semakin tebal atau banyak modul yang harus dibaca, semakin bersemangat dalam belajar. Di sisi lain, ada tipe orang yang justru menganggap berat untuk membaca modul yang banyak dan tebal. Mereka cenderung termotivasi jika beban belajar sedikit. Jika Anda termasukyang alergi terhadap modul yang tebal, maka Anda dapat mencoba untuk membuat tugas membaca modul menjadi “short assignment” seperti pada aspek ketekunan. Buat jadwal membaca modul yang tidak terlalu panjang. Bacalah modul sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah memecah beban tugas menjadi bagian kecil sesuai dengan tipe Anda untuk menjaga semangat belajar.

Jika Anda termasuk tipe kombinasi, maka Anda dapat menggabungkan kiat-kiat belajar dari kedua tipe yang lain.

d. Terstruktur/tidak terstruktur
Mahasiswa tertentu memilih belajar dengan cara/aturan yang terstruktur.Misalnya, belajar dengan jadwal belajar yang teratur, membuat sistem kontrak dalam belajar, atau membutuhkan pengarahan yang rinci dari dosen maupun orang-orang yang lebih tahu. Sebaliknya, Anda mungkin merasa terbebani bila harus membuat jadwal belajar. Jika ini terjadi, Anda mungkin termasuk tipe orang yang tidak terstruktur. Anda tidak perlu merasa bersalah bila Anda justru tidak suka membuat jadwal belajar yang teratur. Anda tetap dapat membuat jadwal belajar dengan gaya Anda sendiri.


Aspek kesiapan belajar dapat berkombinasi satu sama lain. Mungkin saja Anda adalah orang yang merasa tertantang jika melihat modul yang tebal dan banyak, Anda memilih sering membaca modul tetapi sedikit demi sedikit. Ada masa tertentu mungkin Anda suka membuat jadwal yang terstruktur, tapi melaksanakannya secara tidak terstruktur. Oleh karena itu…………
Sosialisasi Dalam Belajar
Kemampuan seseorang untuk memahami suatu materi yang sedang dipelajarinya dapat dipengaruhi oleh hubungannya dengan orang lain. Alasan kebutuhan belajar berkelompok ini bisa bermacam-macam, seperti:

•agar termotivasi untuk belajar, karena kelompok yang kuat biasanya akan saling memotivasi untuk belajar;
•lebih mudah memahami suatu informasi/pengetahuan, karena anggota dalam kelompok saling mengisi dalam belajar;
•adanya matakuliah tertentu yang menuntut belajar dalam kelompok sebagai bagian dari kegiatan atau tugas belajar. Sebagai contoh: kalau mahasiswa akan mempelajari mengenai dinamika kelompok, maka diperlukan kegiatan bersama kelompok untuk lebih memahami mengenai dinamika kelompok.
Jika Anda tidak suka belajar dalam kelompok, Anda mungkin dapat memilih belajar sendiri. Disamping itu, ada yang memiliki kecenderungan untuk belajar dengan bimbingan dari orang yang dianggap lebih tahu, seperti guru, dosen, tutor, atau bahkan alumni UT.

Coba kenali kebutuhan sosialisasi Anda. Kemandirian Anda ditentukan oleh kemampuan Anda mengenali kebutuhan sosialisasi Anda. Baik belajar sendiri, dengan bantuan tutor maupun belajar berkelompok; Anda tetap mandiri jika Anda dapat memutuskan kebutuhan sosialisasi ini. Sebagai contoh, jika Anda termasuk tipe orang yang suka belajar berkelompok. Anda memutuskan untuk mengikuti Kelompok Belajar Mahasiswa (KBM). Ini berarti Anda mengenali kebutuhan sosialisasi Anda.

STRATEGI BELAJAR

Strategi belajar bersifat individual, artinya strategi belajar yang efektif bagi diri seseorang belum tentu efektif bagi orang lain. Untuk memperoleh strategi belajar efektif, seseorang perlu mengetahui serangkaian konsep yang akan membawanya menemukan strategi belajar yang paling efektif bagi dirinya.


•Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar.
Konsep belajar mandiri


•Mengetahui konsep belajar mandiri.


•Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan/dukungan.


•Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat memperoleh bantuan/dukungan.


•Mengetahui kapan ia perlu mempergunakan media belajar.
Media belajar


•Menyadari bahwa ia harus mengetahui cara mempergunakan media BJJ.


•Mengetahui berbagai strategi belajar yang efektif
Strategi belajar efektif



•Konsep Belajar Mandiri

Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang kuliah di UT cenderung belajar sendiri tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain, dalam belajar.
Sebagai mahasiswa yang mandiri, Anda tidak harus mengetahui semua hal. Anda juga tidak diharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah Anda mampu mengetahui kapan Anda membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk mengetahui kapan Anda perlu bertemu dengan mahasiswa lain, kelompok belajar, pengurus administrasi di UPBJJ, tutor, atau bahkan tetangga yang kuliah di universitas lain. Bantuan/dukungan dapat berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar, misalnya, mengobrol dengan tetangga yang kuliah di universitas lain, seringkali dapat memotivasi diri kita untuk giat belajar. Bantuan/dukungan dapat juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita dari radio atau televisi, perpustakaan, informasi tentang jadwal tutorial, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang.
Yang terpenting adalah Anda mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi. Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar Anda pada saat Anda membutuhkan bantuan atau dukungan.

•Media Belajar
Salah satu ciri utama belajar jarak jauh adalah penggunaan media belajar. Media belajar utama di UT adalah bahan ajar cetak yang dikenal sebagai modul modul. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Anda dapat memilih media mana yang sesuai untuk mendukung belajar Anda. Klik Belajar Efektif dengan Media untuk mengetahui lebih jauh mengenai media belajar. Pada topik tersebut, Anda akan memperoleh informasi mengenai kiat-kiat memaksimalkan penggunaan media untuk kepentingan belajar
Penggunaan media untuk kepentingan belajar ini juga merupakan salah satu bentuk strategi belajar. Sebagai contoh, media audio akan sangat membantu bagi orang yang memiliki gaya belajar “auditorial”. Penjelasan lebih lanjut mengenai gaya belajar dapat Anda peroleh pada topik Mengenali Gaya Belajar.
Penggunaan media untuk belajar sering dianggap aneh karena tidak biasa bagi mereka yang terbiasa belajar tatap muka. Pada proses belajar jarak jauh, penggunaan media bukan sesuatu yang aneh. Sebagai mahasiswa UT bagaimana jika Anda mencoba mengenali media-media belajar yang disediakan UT? Siapa tahu Anda akan merasa lebih mudah untuk belajar melalui media pendukung tersebut? Siapa tahu juga, media pendukung tersebut dapat menjadi strategi belajar yang efektif bagi Anda?

•Strategi Belajar Efektif Adanya jarak secara fisik antara pengajar dan mahasiswa, membuat beberapa fungsi pengajar tidak berperan, seperti misalnya fungsi pengajar dalam memberikan materi ajar pada saat perkuliahan atau fungsi pengajar dalam mendisiplinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Fungsi-fungsi pengajar semacam itulah yang tidak ada pada sistem BJJ, sehingga harus disiasati sendiri oleh mahasiswa BJJ melalui strategi belajar. Misalnya, Anda harus pandai membuat jadwal untuk membaca bahan ajar, melalui modul atau media lain, sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan pengajar. Materi ajar mewakili pengajar karena materi ajar merupakan hasil pemikiran pengajar. Anda juga harus mensiasati diri sendiri untuk berdisiplin melaksanakan jadwal yang telah Anda buat. Jika mahasiswa pada umumnya harus berdisiplin pergi ke kuliah, maka Anda dapat merencanakan sejumlah waktu yang sama untuk dipakai membaca modul. Anda justru beruntung karena dapat belajar di mana saja. Yang harus Anda lakukan adalah berdisiplin untuk menentukan kapan saat belajar.
Merencanakan strategi belajar merupakan keterampilan khusus yang perlu dikembangkan mahasiswa BJJ. Sebagai mahasiswa BJJ, Anda tidak dapat menggunakan kebiasaan belajar tatap muka jika ingin berhasil. Jika Anda membawa kebiasaan belajar tatap muka untuk belajar pada sistem BJJ, maka Anda akan mengalami berbagai kesulitan. Sebagai contoh, Anda mungkin terlalu sibuk bekerja sehingga lupa belajar. Anda juga dapat terjebak pada kegiatan rutin di rumah seperti mengurus anak, arisan, rapat RT; sehingga Anda tidak terampil untuk mensiasati waktu belajar Anda. Dalam proses belajar jarak jauh, tidak ada orang (guru/dosen) yang membantu Anda untuk mengingatkan atau menyuruh Anda belajar selain diri Anda sendiri. Hanya diri Anda yang dapat memicu dan memacu proses belajar Anda.
Kebiasaan belajar tatap muka tidak mudah diganti begitu saja. Oleh karena itu, mahasiswa BJJ perlu belajar mengenai keterampilan khusus yang dapat membantu Anda untuk belajar mengenai bagaimana caranya belajar. Dengan mempelajari berbagai keterampilan khusus dalam belajar ini, maka Anda akan dapat mensiasati belajar dalam sistem BJJ, seperti Universitas Terbuka.



Read More......

STRATEGI BELAJAR

Strategi belajar bersifat individual, artinya strategi belajar yang efektif bagi diri seseorang belum tentu efektif bagi orang lain. Untuk memperoleh strategi belajar efektif, seseorang perlu mengetahui serangkaian konsep yang akan membawanya menemukan strategi belajar yang paling efektif bagi dirinya.


Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar.
Konsep belajar mandiri

Mengetahui konsep belajar mandiri.

Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan/dukungan.

Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat memperoleh bantuan/dukungan.

Mengetahui kapan ia perlu mempergunakan media belajar.
Media belajar

Menyadari bahwa ia harus mengetahui cara mempergunakan media BJJ.

Mengetahui berbagai strategi belajar yang efektif
Strategi belajar efektif

Konsep Belajar Mandiri
Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang kuliah di UT cenderung belajar sendiri tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain, dalam belajar.

Sebagai mahasiswa yang mandiri, Anda tidak harus mengetahui semua hal. Anda juga tidak diharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah Anda mampu mengetahui kapan Anda membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk mengetahui kapan Anda perlu bertemu dengan mahasiswa lain, kelompok belajar, pengurus administrasi di UPBJJ, tutor, atau bahkan tetangga yang kuliah di universitas lain. Bantuan/dukungan dapat berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar, misalnya, mengobrol dengan tetangga yang kuliah di universitas lain, seringkali dapat memotivasi diri kita untuk giat belajar. Bantuan/dukungan dapat juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita dari radio atau televisi, perpustakaan, informasi tentang jadwal tutorial, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang.

Yang terpenting adalah Anda mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi. Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar Anda pada saat Anda membutuhkan bantuan atau dukungan.



Media Belajar
Salah satu ciri utama belajar jarak jauh adalah penggunaan media belajar. Media belajar utama di UT adalah bahan ajar cetak yang dikenal sebagai modul modul. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Anda dapat memilih media mana yang sesuai untuk mendukung belajar Anda. Klik Belajar Efektif dengan Media untuk mengetahui lebih jauh mengenai media belajar. Pada topik tersebut, Anda akan memperoleh informasi mengenai kiat-kiat memaksimalkan penggunaan media untuk kepentingan belajar

Penggunaan media untuk kepentingan belajar ini juga merupakan salah satu bentuk strategi belajar. Sebagai contoh, media audio akan sangat membantu bagi orang yang memiliki gaya belajar "auditorial". Penjelasan lebih lanjut mengenai gaya belajar dapat Anda peroleh pada topik Mengenali Gaya Belajar.

Penggunaan media untuk belajar sering dianggap aneh karena tidak biasa bagi mereka yang terbiasa belajar tatap muka. Pada proses belajar jarak jauh, penggunaan media bukan sesuatu yang aneh. Sebagai mahasiswa UT bagaimana jika Anda mencoba mengenali media-media belajar yang disediakan UT? Siapa tahu Anda akan merasa lebih mudah untuk belajar melalui media pendukung tersebut? Siapa tahu juga, media pendukung tersebut dapat menjadi strategi belajar yang efektif bagi Anda?



Strategi Belajar Efektif
Adanya jarak secara fisik antara pengajar dan mahasiswa, membuat beberapa fungsi pengajar tidak berperan, seperti misalnya fungsi pengajar dalam memberikan materi ajar pada saat perkuliahan atau fungsi pengajar dalam mendisiplinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Fungsi-fungsi pengajar semacam itulah yang tidak ada pada sistem BJJ, sehingga harus disiasati sendiri oleh mahasiswa BJJ melalui strategi belajar. Misalnya, Anda harus pandai membuat jadwal untuk membaca bahan ajar, melalui modul atau media lain, sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan pengajar. Materi ajar mewakili pengajar karena materi ajar merupakan hasil pemikiran pengajar. Anda juga harus mensiasati diri sendiri untuk berdisiplin melaksanakan jadwal yang telah Anda buat. Jika mahasiswa pada umumnya harus berdisiplin pergi ke kuliah, maka Anda dapat merencanakan sejumlah waktu yang sama untuk dipakai membaca modul. Anda justru beruntung karena dapat belajar di mana saja. Yang harus Anda lakukan adalah berdisiplin untuk menentukan kapan saat belajar.

Merencanakan strategi belajar merupakan keterampilan khusus yang perlu dikembangkan mahasiswa BJJ. Sebagai mahasiswa BJJ, Anda tidak dapat menggunakan kebiasaan belajar tatap muka jika ingin berhasil. Jika Anda membawa kebiasaan belajar tatap muka untuk belajar pada sistem BJJ, maka Anda akan mengalami berbagai kesulitan. Sebagai contoh, Anda mungkin terlalu sibuk bekerja sehingga lupa belajar. Anda juga dapat terjebak pada kegiatan rutin di rumah seperti mengurus anak, arisan, rapat RT; sehingga Anda tidak terampil untuk mensiasati waktu belajar Anda. Dalam proses belajar jarak jauh, tidak ada orang (guru/dosen) yang membantu Anda untuk mengingatkan atau menyuruh Anda belajar selain diri Anda sendiri. Hanya diri Anda yang dapat memicu dan memacu proses belajar Anda.

Kebiasaan belajar tatap muka tidak mudah diganti begitu saja. Oleh karena itu, mahasiswa BJJ perlu belajar mengenai keterampilan khusus yang dapat membantu Anda untuk belajar mengenai bagaimana caranya belajar. Dengan mempelajari berbagai keterampilan khusus dalam belajar ini, maka Anda akan dapat mensiasati belajar dalam sistem BJJ, seperti Universitas Terbuka.




Read More......

Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Ralepi.Com - Harley-Davidson Motorcycle